Persampahan


Besar kemungkinan, orang- orang yang menyempatkan waktunya untuk berkunjung di laman saya akan menggerutu penuh sesal. Saya menyadari laman ini tak ubahnya hanya membahas tentang sampah yang tidak memiliki keindahan apalagi manfaat. Uniknya, tanpa mengemis persetujuan, diri saya- telah saya nobatkan sebagai penyampah paling ulung dalam laman ini dan terimakasih telah memaklumi.

Kalau boleh tak berbohong, sebenarnya laman ini telah saya buat sejak empat tahun silam- dengan isi yang telah saya lenyapkan- dengan nama yang sering saya gantikan. Saya pikir dengan melakukan kedua hal tersebut saya dapat menuliskan hal yang memiliki arti kedepannya, namun sayang saya tetap saja seperti ini; berperan sebagai penyampah yang terkadang mengaku menjadi seorang penulis- belepotan, sangat berantakan serta tak terarahkan.

Mungkin kalian akan mengajukan pertanyaan: kenapa tidak ditutup saja laman ini?

Tidak akan. Saya tidak akan menutupnya. Untuk saya, laman ini adalah cawan yang sanggup membuat saya melahirkan anak pikiran dan perasaan secara bebas. Saya akan memeliharanya- merawatnya- dan tak ingin membiarkannya mati tanpa sebuah entri. Saya tak ingin dijuluki keji.

Selain itu saya tidak cukup percaya pada orang untuk mendengarkan cerita saya secara gamblang- itu setali tiga uang dengan mencari kematian. Oleh sebab itu, saya memilih menulis. Menyurat walaupun kerap tersirat. 

Saya sarankan untuk tidak perlu pening memahami yang tak bisa kalian pahami, cukup baca. Tidak perlu menerka apa yang tidak bisa kalian kira, cukup baca, ini bukan tebakan- bukan pula untuk bermain anggapan. Kalau ada yang meminta keterangan, bertanyalah pada saya, mari berdiskusi.

Terakhir, terimakasih telah berkunjung. Ulangi kalau ingin, jangan kalau tak ingin.

0 komentar: